Kategori
Kambing Etawa

Asal Kambing Etawa

kambing etawaPara Pembaca yang budiman, kali ini kami ingin menjawab beberapa pertanyaan dari Penelpon kami tentang kambing etawa. Mereka ingin tahu lebih jauh tentang kambing etawa. Pertanyaan mereka seperti ini; “Dari mana asal kambing etawa ?”. Dan bersama ini kami akan mencoba menjelaskan pertanyaan tersebut

Kambing Etawa berasal dari India. Namun di India namanya bukanlah kambing etawa, melainkan kambing Jamnapari. Jamnapari adalah kambing yang sangat terkenal di India sebagai kambing perah terbaik. Tempat asalnya disebut “Pari” yang berarti anggun. Karena kambing ini memiliki penampilan yang menarik dengan badannya yang tinggi, lehernya panjang, langkahnya anggun, dan wajahnya yang selalu tersenyum. daerah asalnya adalah Cakarnagar, Negara Bagian Utara Prades. Sedangkan habitatnya di sepanjang daratan antara sungai Jamuna dan Sungai Cambal. Terdapat pula di sepanjang sungai Kwari di Districk Bhind, negara bagian Madya Prades yang berada di sebelah timur kota Delhi (dekat Taj Mahal). Jamnapari sendiri mempunyai arti Keanggunan Jamuna.

jamnapari telah lama beradaptasi dengan habitatnya tersebut yang sangat subur dan banyak tumbuh tanaman nan hijau. akibatnya dia tidak mampu hidup di tempat lain, sehingga Jamnapari tidak bisa di temukan di daerah lain. Habitat mereka terbentang antara Districk Etawah ke arah tiur menyeberangi sungai Jamuna seluas lebih dari 85.000 hektar. Keadaan tanahnya berlembah dan berjurang dengan kedalaman antara 5 meter sampai dengan 30 meter. Pada musim panas suhu udara bisa mencapai 120F, dan pada musin dingin mencapai 25F dengan curah hujan 30 inchi.

Lembah-lembah tersebut ditutupi padatnya tanaman hijau yang sangat subur, antara lain: bajara, Gram, Plum, Babool, akasia, Hingota, Cobgkra, dan arhar. Dan semua tumbuhan tersebut sangat tergantung pada curah hujan, karena tidak ada saluran irigasi di sana.

Warna utama Jamnapari yang sangat didambakan adalah Putih Bersih. Bulunya pendek, kecuali pada bagian paha dan kaki belakang yang berbulu panjang. Hidungnya melengkung atau bengkok. Tanduknya menjulang ke atas. Jamnapari dewasa panjang tanduknya bisa mencapai 25 m. Telinganya terjuntai panjang. Lehernya panjang dan kuat, dan selalu tegak lurus. Punggungnya melengkung ke bawah dan sangat kuat. Ekornya pendek, seperti ekor kelinci, dan selalu berdiri ke atas. Kombinasi tampilan tersebut membuat Jamnapari betul-betul nampak sangat anggun.

Telinganya yang menjuntai panjang kebawah merupakan ciri yang sangat unik dan menjadi dasar perilakunya yang nampak sangat aneh. Pada anak Jamnapari yang baru berumur sekitar enam bulan, telinganya bisa mencapai 20 cm, sedangkan pada Jamnapari deawasa bisa mencapai 30 cm. Sehingga telinganya selalu jauh lebih panjang dari pada panjang wajahnya. Pada saat kepala kambing ini menunduk, maka telinganya akan menyentuh tanah terlebih dahulu sebelum mulutnya menyentuh tanah. Bahkan telingan yang panjang tersebut juga akan menutupi kedua belah matanya saat menunduk untuk menggigit rumput yang berada di tanah.

Rahang atas jamnapari selalu lebih pendek dari pada rahang bawahnya. Hal ini juga menjadi ciri utama Jamnapari, yang juga mempersulit bahkan tidak mungkin dirinya memakan rumput yang pendek di tanah. Hal ini tentunya menjadi permasalahan tersendiri bagi Jamnapari, sehingga dengan sendirinya Jamnapari lebih merasa nyaman untuk memakan ujung rumput yang tinggi, dedaunan di semak-semak, atau bahkan dedaunan yang tumbuh tinggi.

Jamnapari yang dipelihara oleh masyarakat setempat umumnya pada pagi hari diberi pakan yang berupa campuran berbagai bijian dan hijauan, kemudian dilepas untuk merumput sepanjang hari. Betina yang hamil tidak diijinkan keluar kandang untuk merumput. Mereka tetap tinggal dikandang dan diberi makanan special untuk kambing hamil yang terdiri dari Bajra, Barley, Jowar, dan gandum. Sedangkan anakan jamnapari dibiarkan menyusu pada induknya sampai dengan usia tiga bulan. Induk yang menyusui juga mendapat ransum makanan yang special agar susunya membesar montok sehingga produksi susunya melimpah. Pada saat lahir berat kambing jamnapari yang betina sekitar 3 kg, enam bulan kemudian beratnya mencapai 15 kg, dan setahun kemudian beratnya mencapai 30 kg. Sedangkan yang jantan saat lahir beratnya sama dengan betina yaitu sekitar 3 kg, namun laju pertumbuhan beratnya sangat cepat yaitu 1 kg / minggu sampai dengan usia 3 bulan, kemudian 1 kg/ sepuluh hari. Pejantan Jamnapari bisa mencapai berat lebih dari 40 kg pada usia setahun.

Bagaimana Jamnapari Masuk ke Indonesia ?

Orang asing yang pertama kali membawa Jamnapari keluar dari daratan India adalah bangasa Inggris yang menjajah daratan India pada jaman dahulu. jamnapari di bawa ke daratan Eropa, kemudian dikawinsilangkan dengan beberapa kambing lokal Inggris yang sekarang sangat populer dengan sebutan Anglo Nubian.

Dari daratan Eropa inilah Jamnapari kemudian menyebar keseluruh penjuru dunia, bersamaan dengan menyebarnya kapal dagang bangsa-bangsa Eropa yang berlayar dan berniaga keseluruh penjuru dunia. Di Amerika, Jamnapari diakui sebagai nenek moyangnya kambing American Nubian, yang terkenal banyak susunya.

pada jaman kompeni dulu, kapal dagangnya VOC jika berlayar ke daratan Indonesia selalu datang dalam keadaan kosong ruang kargonya. Ruang kargo yang kosong ini akan diisi rempah-rempah dan hasil bumi lainnya, untuk kemudian dibawa ke daratan Eropa.

Pada suatu pelayaran kapal dagang VOC dari negara Belanda menuju Pulau Jawa di Indonesia, ada sepasang Suami Istri penumpang bangsa belanda. Mereka adalah pejabat perkebunan dari Belanda yang akan ditugaskan di Pulau Jawa sebagi pengawas perkebunan yang biasa disebut Tuan Amtenar atau Juragan Kontrol. Mengrtahui kekosongan ruang kargo di kapal tersebut, maka pasangan tersebut membawa beberapa pasang Kambing Jamnapari peliharaan mereka yang sangat disayangi yang tidak ingin ditinggalkan di Belanda. Sehingga mereka bawa untuk dipelihara di tempat tugasnya yang baru yaitu di Pulau Jawa, tepatnya di perkebunan yang berada di Jawa Tengah.

Pasangan tersebut selalu kambing peliharaannya sebagai kambing asal Etawah, dan selalu memperkenalkan kambing kepada masyarakat di Jawa Tengah sebagai kambing Etawah, dan masyarakat Jawa Tengah menyebutnya dengan Kambing Etawa tanpa bunyi huruf H.

seiring berjalannya waktu dan untuk menjaga polpulasi kambing jamnapari, maka kambing Jamnapari dikawinkan dengan kambing-kambing lokal. Dan berkembang biak sampai sekarang yang lebih kita kenal dengan sebutan Peranakan Etawa (Kambing PE).

Demikian kiranya sejarah singkat Kambing Etawa yang berasal dari keturunan kambing Jamnapari dari India. Semoga menambah wawasan kita semua tentang Asal Kambing Etawa. Atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.

Kategori
Kambing Etawa

Pengertian Susu Kambing

Susu kambing etawa adalah susu yang terbuat dari susu kambing etawa asli yang diperoleh dari peternakan susu kambing etawa di Jawa Tengah. Kambing yang di budidayakan adalah kambing etawa yang sudah sangat terkenal dengan kwalitas dan khasiatnya. Yang mana kambing tersebut merupakan hasil kawin silang antara kambing dari India yang diberi nama Jamnapari dan kambing Lokal. Maka hasil perkawinan silang tersebut menghasilkan peranakan Etawa ( PE ). Kambing Peranakan Etawa berciri khas kepala hitam. Akan tetapi postur tubuh dan susu yang dihasilkan seperti kambing Jamnapari dari India tersebut.

Dari Hasil budidaya inilah kami mengolah susu kambing etawa cair menjadi bubuk instan siap saji. Dengan cara proses penghilangan air sebanyak-banyaknya. dengan proses dan formula tertentu kami mengolahnya sehingga susu kambing etawa ini dapat diterima oleh masyarakat dan menjadi nutrisi tambahan yang baik bagi mereka.

Adapun tujuan dari proses kristalisasi tersebut mempunyai tujuan yaitu :

  1. Agar lebih praktis. Jika susu kambing etawa tersebut berbentuk cair, maka akan sangat tidak praktis. Karena ketika akan mengkonsumsi memerlukan alat masak sebelum diminum. Dan Jika diminum dalam keadaan cair, haruslah susu dalam keadaan beku. Karena ketika mencair, susu tersebut sudah tidak layak minum atau bahkan bisa menimbulkan racun.
  2. Agar lebih awet / tahan lama. Susu kambing etawa bubuk akan memiliki daya tahan yang lebih lama. yaitu sampai dengan 15 bulan. Jika susu kambing etawa tersebut dalam bentuk cair, maka daya tahan hanya 6 hari setelah diperas.

Demikian yang sedikit ini kami sampaikan tentang pengertian susu kambing etawa, semoga dapat menambah wawasan anda, atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih

Kategori
Kambing Etawa

Asal usul kambing etawa

Bapak/ibu yang kami hormati, Dalam dunia bisnis kita harus mampu menganalisa pasar, salah satunya adalah analisa tentang trend pasar. Dan alhamdulillah dalam perjalanan analisa kami, kami temukan trend pasar yang insyaAllah akan berkembang terus menerus. Yaitu bisnis susu kambing etawa bubuk organik. Karena kami pikir susu kambing belum ada yang dibuat bubuk sehingga mampu bertahan lama. Mengapa kami tertarik memproduksi susu kambing ? salah satunya karena susu kambing memang sangat baik bagi kesehatan. Sebelum mengetahui lebih banyak tentang manfaat susu kambing, kami mengajak bapak ibu untuk mengetahui asal usul kambing etawa terlebih dahulu dan sejarah susu kambing etawa. Peranakan Etawa adalah nama jenis Kambing Perah yang banyak terdapat di Jawa Tengah. Mengapa banyak di Jawa Tengah, mengapa namanya Peranakan Etawa kemudian menjadi populer dengan sebutan Kambing PE, sudah banyak yang membahas dan menulisnya menurut versinya masing-masing.Akan tetapi berikut kami sampaikan tentang kambing etawa menurut studi kami.Jamnapari sangat terkenal sebagai Kambing Perah terbaik di India, ditempat asalnya kambing ini biasa di sebut sebagai “Pari”, yang kira-kira berarti Anggun , karena penampilannya memang tinggi, lehernya jenjang, langkahnya anggun, wajahnya selalu tersenyum.

Daerah asalnya adalah di Cakarnagar, yg beda di District ETAWAH, Negara Bagian Utar Prades. Habitatnya di sepanjang daratan (delta) antara sungai Jamuna dan Sungai Cambal. Dan juga di sepanjang sungai Kwari di Districk Bhind, negara bagian Madya Prades, yang berada di sebelah timur kota Dehli (deket Taj Mahal) merupakan tempat asalnya kambing PE. Perlu Bapak ibu ketahui, ternyata di India kambing PE namanya bukan kambing Etawah tapi Jamnapari, yang artinya Keanggunan Jamuna.

    Jamnapari telah lama menyesuaikan atau beradaptasi dengan tempat habitatnya tersebut di atas, yang sangat subur dan banyak tumbuh hijauan. Akibatnya dia tidak mampu hidup di tempat lainnya, sehingga Jamnapari tidak bisa di temukan di daerah lainnya.

   Habitat mereka terbentang antara Districk Etawah kearah timur, menyeberangi sungai Jamuna seluas lebih dari 85.000 hektar. Keadaan tanahnya berlembah lembah dan berjurang jurang dengan kedalaman  antara 5 meter sampai dengan 30 meter. Pada musim panas suhu udara bisa mencapai 120F, pada musim dingin 25F, dengan curah hujan kira-kira 30 inchi.

     Lembah-lembah tersebut tertutupi oleh padatnya berbagai tanaman hijauan yang sangat subur, yang antara lain: Bajara – Gram – Plum – Babool – Akasia – Hingota – Congkra – Arhar. Dan semua tumbuhan tersebut sangat tergantung pada curah hujan, karena tidak ada saluran irigasi yang saya lihat

    Warna utama Jamnapari yang sangat di dambakan adalah Putih Bersih . Bulunya pendek, kecuali pada bagian paha dan kaki belakang yang berbulu panjang.Hidungnya melengkung atau bengkok, seperti hidungnya tentara Romawi. Tanduknya menjulang ke atas, pada kambing dewasa panjang tanduknya bisa mencapai 25 cm. Kupingnya terjuntai panjang. Lehernya panjang dan kuat dan selalu lurus tegak. Punggungnya melengkung ke bawah dan sangat kuat. Ekornya pendek , seperti ekor kelinci, dan selalu ngacung ke atas. Kombinasi tampilan tersebut , membuat Jamnapari betul-betul nampak sangat anggun.

      Kuping yang menjuntai panjang kebawah, merupakan ciri yang sangat unik dan menjadi dasar perilakunya yang nampak sangat aneh. Pada anak Jamnapari yang baru berumur sekitar enam bulan, kupingnya bisa mencapai 20 cm panjangnya, sedangkan pada yang dewasa panjangnya bisa mencapai lebih dari 30 cm. Sehingga kupingnya selalu jauh lebih panjang dari pada panjang wajahnya. Pada saat kepala kambing ini menunduk, maka kupingnya akan menyentuh tanah terlebih dahulu sebelum mulutnya menyentuh tanah, bahkan kuping yang panjang tersebut juga akan menutupi kedua belah matanya saat menunduk untuk menggigit rumput yang berada di di tanah.

     Rahang atas Jamnapari selalu lebih pendek dari pada rahang bawahnya. Hal ini juga menjadi ciri utama Jamnapari, yang juga mempersulit bahkan tidak memungkinkan dirinya untuk memakan rumput pendek di tanah. Hal ini tentunya menjadi permasalahan tersendiri bagi Jamnapari, sehingga dengan sendirinya Jamnapari lebih merasa nyaman untuk memakan ujung/pucuk rumput yang tinggi, dedaunan di semak-semak atau bahkan dedaunan pada tumbuhan yang tinggi.

     Jamnapari yang di pelihara oleh masyarakat setempat, umumnya pada pagi hari  di beri pakan konsentrat yg berupa campuran berbagai bijian dan hijauan, kemudian di lepas untuk merumput sepanjang hari. Betina yang hamil tidak di ijinkan keluar kandang untuk merumput, mereka tetap di kandang dengan diberi makanan special untuk ibu hamil, yang terdiri dari bajra, barley, jowar, gandum.

     Anakan di biarkan menyusu pada induknya sampai dengan usia tiga bulan. Induk yang menyusui juga mendapat ransum makanan special, agar susunya membesar montok sehingga  produksi susunya melimpah. Pada saat lahir berat kambing Jamunapari yang  betina sekitar 3Kg, enam bulan -15 Kg, setahun 30 Kg. Sedangkan yang jantan saat lahir beratnya sama dengan yang betina sekitar 3Kg, namun laju pertambahan beratnya sangat pesat yaitu 1Kg/minggu sampai dengan usia 3 bulan, kemudian 1Kg /sepuluh hari. Pejantan Jamnapari bisa mencapai berat lebih dari  40 Kg pada usia setahun

   Betina mulai hamil pada usia 18 bulan , dan melahirkan untuk pertamakalinya pada usia 23 bulan. Umumnya beranak kembar, namun beranak tiga ataupun empat sering juga terjadi.

     Pemilihan bibit untuk indukan harus melalui beberapa kriteria yang rumit dan susah. antara lain :

  1. Yang pertama adalah warna harus putih bersih, dan ini tak bisa di tawar-tawar lagi. 

  2. Pejantan harus berasal dari Ibu yang sudah berumur tua, dan tidak boleh dari kelahiran pertama kedua dan ketiga, jadi harus dari kelahiran ke empat atau lebih. 

  3. Tanduk tidak boleh yang lurus, tapi harus melengkung  ke atas, melengkung kebawah juga tidak boleh. 

  4. Bulu harus pendek dan bersinar mengkilap,  bulu yang di paha dan kakibelakang harus panjang. 

  5. Hidung harus melengkung seperti hidung orang romawi, yang jantan harus berjanggut. 

  6. Tidak boleh ada warna hitam terutama pada hidung dan kepala.

   Jika harus mengikuti persyaratan ini maka tidak ada satupun PE yang memenuhi persyaratan sebagai bibit yang baik, dengan arti kata lain PE sudah tidak di akui lagi sebagai turunan Jamnapari, berarti sudah menjadi jenis atau ras atau strain tersendiri yang berasal dari Indonesia

    Pemeliharaan Jamnapari betina dan anakannya menjadi tanggung jawab sepenuhnya kaum wanita dalam keluarga, sedangkan yang jantan menjadi tanggungjawab kaum lelaki dalam keluarga. Dengan sendirinya kaum wanita akan menjadi lebih sibuk, mereka harus menyediakan makanan kambing, memandikan, membersihkan kandang, dll. Para wanita jauh lebih mahir dalam membantu kelahiran kambing, serta menangani ibu dan anaknya paska melahirkan.

   Para wanitalah yang sebetulnya memegang peran utama dalam pemeliharaan kambing Jamnapari, kaum lelakinya hanya menangani yang jantan, untuk kemudian nampang bersama kambing jantan peliharaannya pada kontes-kontes yang sering diadakan oleh masyarakat setempat.

     Pembelian kambing juga menjadi tanggung jawab kaum lelaki, sedangkan untuk penjualan kaum wanita dan lelaki mempunyai hak suara yang sama. Nah disini  keributan sering terjadi, karena para wanita biasanya sangat menyayangi ternak kambingnya, mereka enggan menjualnya kecuali keadaan sangat mendesak. Sedangkan kaum lelaki lebih mengutamakan masalah keuangan, sehingga selalu ingin menjual ternak kambingnya secepat mungkin.

Kemahiran ketekunan keuletan seorang wanita muda dalam memelihara ternak kambing Jamnapari, sangat di hargai dan di puja oleh masyarakat setempat. Terutama oleh kaum lelaki, si wanita tersebut dianggap “pabrik duit” dan “sumber kehormatan”, yang dapat menaikan harkat dan martabat kaum lelaki tersebut.

      Permasalahan yang di hadapi para peternak kambing Jamnapari di tempat asalnya, hampir sama dengan permasalahan yang di hadapi oleh  peternak kambing lainnya  di Indonesia, yang antara lain:

  1. Kurangnya atau tiadanya  ahli dalam bidang kesehatan ternak, yang bersedia tinggal atau mengunjungi daerah peternakan yang berada di pedesaan yang jauh dari ke-glamour-an kota besar.
  2. Pelecehan oleh pejabat pemerintah dalam berbagai bentuk korupsi dan pemerasan terselubung
  3. Kekurangan hijauan pada musim tertentu
  4. Gangguan atau serangan binatang buas.

Bagaimana Jamnapari bisa sampai di Indonesia:

     Orang asing yang pertamakali membawa Jamnapari keluar dari daratan India, adalah bangsa Inggris yang menjajah daratan India pada jaman kolonial dahulu kala. Jamnapari di bawa ke daratan Eropa, kemudian ada yang di kawin silangkan dengan beberapa kambing lokal Inggris, yang sekarang sangat populer dengan sebutan Kambing Anglo-Nubian.

     Dari daratan Eropa inilah Jamnapari kemudian menyebar keseluruh penjuru dunia, bersamaan dengan menyebarnya kapal dagang bangsa-bangsa Eropa yang berlayar dan berniaga keseluruh penjuru dunia. Di Amerika Jamnapari di akui sebagai nenek moyangnya kambing American-Nubian, yang terkenal banyak susunya.

     Pada jaman Kompeni dulu , kapal dagangnya VOC kalau berlayar ke daratan Indonesia selalu datang dalam keadaan kosong ruang kargo nya, ruang kargo yang kosong ini akan di isi muatan rempah-rempah dan hasil bumi lainnya, untuk kemudian di bawa ke daratan Eropa.

    Pada suatu pelayaran kapal dagang VOC dari negara Belanda menuju Pulau Jawa di Indonesia, ada sepasang penumpang bangsa Belanda yang bernama Tuan Hollanda dan Nyonya Netherlandia. Meraka adalah pejabat perkebunan dari Belanda yang akan di tugaskan di Pulau Jawa, sebagai pengawas perkebunan yang biasanya di sebut Tuan Amtenar atau Juragan Kontrol.

   Mengetahui kekosongan ruang kargo di kapal tersebut maka pasangan tersebut membawa beberapa pasang Kambing Jamunapari peliharaan kesayangannya, yang tidak ingin mereka tinggalkan di Belanda, sehingga mereka bawa untuk di pelihara di tempat tugasnya yang baru yaitu di Pulau Jawa, tepatnya di perkebunan yang berada di  Jawa-Tengah.

     Tuan dan Nyonya tersebut selalu menyebut Kambing Peliharaannya sebagai Kambing Asal Etawah, dan selalu memperkenalkan kambingnya kepada masyarakat di Jawa Tengah sebagai Kambing Etawah, dan masyarakat Jawa Tengah menyebutnya dengan nama Kambing Etawa tanpa bunyi dari huruf H.
    Seiring berjalannya waktu dan untuk menjaga populasi kambing jamnapari, maka kambing jamnapari di kawinkan dengan kambing-kambing lokal. Dan berkembang biak sampai sekarang yang lebih kita kenal dengan sebutan Peranakan Etawa ( PE )

     Demikian kiranya sejarah atau asal usul kambing etawa. Semoga dapat menambah wawasan dan lebih yakin lagi untuk dapat menkonsumsi susu kambing etawa ini.

  

Kategori
Kambing Etawa

Pemeliharaan Induk Betina Kambing Etawa

kambing etawaPemeliharaan Induk Betina Kambing Etawa betina yang sudah dikawinkan tidak akan mengalami birahi lagi jika kambing tersebut sudah bunting. Seekor kambing akan mengalami puncak masa birahi selama 3 hari, dan jika kambing tersebut tidak dikawinkan pada masa puncak itu, berarti kambing akan birahi lagi 21 hari kemudian. Beberapa tanda pada kambing yang bunting adalah semakin membesarnya peut bagian kanan, mulai terjadi pembesaran pada ambing, seringnya kambing menggesek-gesekkan ke dinding kandang dan kambing terlihat lebih tenang. Saat usia kebuntingan 1-3 bulan, jika ambing di perah secara pelan-pelan, akan mengeluarkan cairan bening kental dan agak lengket, dan pada umur kehamilan yang lebih tua berubah menjadi warna kuning transparan.
Kambing etawa yang hamil harus ditempatkan di kandang yang terpisah untuk menghindari gangguan dari kambing yang lain atau menghindari perkelaian antar sesama kambing. Perlu juga dijaga agar lantai kandang tidak licin karena bisa menyebabkan kambing yang sedang bunting tergelincir yang menyebabkan keguguran. Khusus pada kandang yang berbentuk panggung, pada saat kambing akan dikeluarkan dari kandang, sebaiknya mengunakan bantuan tangga, usahakan pada saat kambing turun dari kandang jangan melomat, karena akan menyebabkan kontraksi pada perut kambing yang sedeng hamil. Untuk memperlancar proses kelahiran pada kambing, sebaiknya kambing bunting setiap hari dikeluarkan dari kandang dan dibiarkan berjalan-jalan minimal 1 jam setiap harinya. Masa kebuntingan kambing selama 5 bulan. Pada kambing yang baru pertama kali beranak, waktu melahirkannya biasanya akan sedikit bergeser, baik lebih awal maupun mundur, tetapi tidak akan lebih dari 5 hari.
Selama masa kehamilan, kambing membutuhkan makanan yang lebih banyak dan berkualitas untuk mendukung seluruh proses di dalam tubuhnya. Usahakan selam proses kehamilan, si induk mendapatkan tambahan kalsium, sehinga kebutuhan kalsium dalam tubuh kambing maupun anak kambing yang dikandungnya akan tercukupi kalsiumnya.
Kambing yang akan beranak, secara fisik dapat diketahui dari bentuk ambing dan putting susu yang terisi penuh. Alat kelamin luar (vulva) membengkak, berwarna merah, dan berlendir, kambing terlihat gelisah, dan nafsu makan yang menurun. Jika kondisi itu sudah mulai telihat, perlu disiapkan kandang yang bersih. Kandang sebaiknya diberi alas yang mampu menyerap cairan disaat kambing dalam proses melairkan, serta dapat memberi rasa hangat pada cempe yang baru saja lahir, misalnya dengan memberi alas berupa karung goni atau jerami padi. Jika kondisi kebuntingan normal, biasanya kambing tidak membutuhkan pertolongan saat proses melahirkan. Jika memungkinkan, disiapkan kandang khusus yang dilengkapi dengan lampu penerangan, karena waktu meahirkan bisa terjadi pada malam hari.
Kategori
Kambing Etawa

Budidaya Kambing Etawa

kambing etawa

Budidaya kambing etawa tidak seperti berternak kambing pada umumnya. Haruslah memperhatikan hal-hal yang sangat penting mengingat kambing jenis ini mempunyai karakter yang unik yang tidak bisa disamakan dengan kambing pada umumnya. Apalagi pada masa sekarang ini ternak kambing etawa sangat menjanjikan karena semakin banyak pula yang meminati hasil perahan susu kambing ini. Oleh karena itu disini kami akan sampaikan beberapa hal yang harus diperhatiakan dalam budidaya kambing etawa ini. yaitu : Bibit, Makanan, dan Tata laksana

A. BIBIT
Secara umum pemilihan bibit ini haruslah memperhatikan badan yang sehat, tidak cacat, bulu bersih dan mengkilat, daya tahan adaptasi tinggi terhadap lingkungan
1. Calon Induk :

  • Tubuh kompak, dada dalam lebar, garis punggung dan pinggang lurus, tubuh besar, tapi tidk terlalu gemuk
  • Jinak dan sorot matanya ramah
  • Kaki lurus dan tumit tinggi
  • Gigi lengkap, mampu merumput dengan baik (efisien), rahang atas dan bawah rata
  • Dari keturunan kembar atau dilahirkan tunggal tapi dari induk yang muda
  • Ambing simetris, tidak menggantung dan berputing 2 buah

2. Calon Pejantan :

  • Tubuh besar dan panjang dengan bagian belakang lebih besar dan lebih tinggi, dada lebar, tidak terlalu gemuk, gagah, aktif dan memiliki libido ( nafsu kawin ) tinggi.
  • Kaki lurus dan kuat
  • Dari keturunan kembar
  • Umur antara 1,5 sampai 3 tahun

B. MAKANAN

Jenis dan cara pemberiannya disesuaikan dengan umur dan kondisi ternak. Pakan yang diberikan harus cukup protein, karbohidrat, vitamin dan mineral, mudah dicerna, tidak beracun dan disukai ternak, murah dan mudah diperoleh. Pada dasarnya ada dua macam makanan, yaitu kulit kedelai sebanyak 80 % dan sisanya adalah rumput rumput pilihan.
Cara pemberiannya :
Diberikan 2 kali sehari (pagi dan sore), berat makanan 10 % dari berat badan kambing, berikan juga air minum 1,5 – 2,5 liter per ekor per hari, dan garam berzodium secukupnya
Untuk kambing bunting, induk menyusui, kambing perah dan pejantan yang sering dikawinkan perlu ditambahkan makanan pengat dalam bentuk bubur sebanyak 0,5-1 kg/ekor/hari

C. TATA LAKSANA
1. Kandang

  • Harus segar (ventilasi baik, cukup cahaya matahari, bersih, dan minimal berjarak 5 meter dari rumah )
  • Ukuran kandang yang biasa digunakan adalah :
  • Kandang beranak : 120 cm X 120 cm / ekor
  • Kandang induk : 100 cm X 125 cm / ekor
  • Kandang anak : 100 cm X 125 cm / ekor
  • Kandang pejantan : 110 cm X 125 cm / ekor
  • Kandang dewasa : 100 cm X 125 cm / ekor

2. Pengelolaan reproduksi
Diusahakan agar kambing bisa beranak minimal kali dalam dua tahun. Hal-hal yang harus diperhatikan adalah :

  • Kambing mencapai dewasa kelamin pada umur 6 s/d 10 bulan, dan sebaiknya dikawinkan pada umur 10-12 bulan atau saat bobot badan mencapai 55-60 kg
  • Lama birahi 24-25 jam, siklus birahi berselang selama 17-21 hari
  • Tanda-tanda birahi : gelisah, nafsu makan dan minum menurun, ekor sering dikibaskan, sering kencing, kemaluan bengkak dan mau/diam bila dinaiki

3. Ratio jantan dan betina = 1:10
Saat yang tepat untuk mengawinkan kambing adalah:

  • Masa bunting 144-156 hari
  • Masa melahirkan, penyapihan dan istirahat + 2 bulan
  • Pengendalian penyakit
  1. Hendaknya ditekankan pada pencegahan penyakit melalui sanitasi kandang yang baik, makanan yang cukup gizi dan vaksinasis
  2. Penyakit yang sering menyerang kambing dalah : cacingan, kudis (scabies ), kembung perut (bloat), paru-paru (pneumonia), orf, dan koksidiosis

4. Pasca Panen

  • Hendaknya diusahakan untuk selalu meningkatkan nilai tambah dari produksi ternak, baik daging susu, kulit, tanduk, maupun kotorannya. Bila kambing hendak dijual pada saat berat badan tidak bertambah lagi (umur 1-1,5 tahun), dan diusahakan agar permintaan akan kambing cukup tinggi
  • Harga diperkirakan berdasarkan : berat hidup X (45 sampai 50% ) karkas X harga daging eceran
Demikianlah sudah panjang lebar kami ulas masalah budidaya kambing etawa ini, betapa rumit dan harus memenuhi standart sanitasi yang baik. Jika bapak/Ibu ingin minum susu kambing dan mengetahui betapa sulitnya merawat kambing ini, niscaya anda akan putus asa terlebih dahulu. Tapi jangan khawatir, kami selaku produsen susu kambing etawa sudah menyediakan untuk anda siap saji. Tidak perlu repot-repot memelihara kambing etawa ini.
Demikian tulisan ini kami buat, atas perhtiannya kami ucapkan terimakasih.
Kategori
Kambing Etawa

Kandang Kambing Etawa

Etawa adalah kambing yang istimewa. Maka sebaiknya memperlakukannya pun juga harus istimewa. Termasuk kandang kambing etawa. Janganlah membuat kandang seperti pada umunya kambing. Pada prinsipnya kambing etawa harus memenuhi 3 ( tiga syarat utama ) yaitu :
  1. Kandang harus mampu melindungi dari hewan pemangsa
  2. Kandang harus mampu mempermudah kambing etawa dalam beraktifitas sehari-hari. seperti makan, minum tidur, kencing, dan buang kotoran
  3. Kandang harus mempermudah dalam perawatan dan pengawasan si Peternak.
Selain itu, faktor sanitasi yang memenuhi standart juga harus diperhatikan. Hal tersebut adalah mutlak guna menjaga agar susu tidak terkontaminasi oleh bakteri-bakteri yang membahyakan jika dikonsumsi susunya. Syarat Sanitasi tersebut antara lain:
  1. Kandang harus berbentuk panggung. Minimal 1 ( Satu ) meter dari permukaan tanah. Hal tersebut untuk menghindari bakteri dari kotoran yang dikeluarkan kambing.
  2. Kandang harus selalu dibersihkan 2 ( Dua ) kali sehari, pagi dan sore
  3. Dibawah kandang harus tersedia saluran pembuangan kotoran dan air dan penampungannya harus berjarak minimal 20 ( Dua Puluh ) meter dari kandang.

Demikian kiranya. syarat-syarat yang harus diperhatikan dalam pembuatan kandang kambing etawa. Semoga dapat menambah wawasan kita semua.

Kategori
Kambing Etawa

Makanan Kambing Etawa

Kambing Etawa adalah jenis kambing Rumaninsia. Yaitu kambing yang tidak bergantung pada zat-zat gizi dari makanan yang dikonsumsinya. Karena proses ruminansi sendiri adalah mampu menghasilkan zat-zat gisi yang dibutuhkan oleh kambing etawa. Pemberian protein yang berlebih pun tidak efisien, karena protein itu sendiri mudah terurai dan terfermentasi oleh mikroba dan proses rumansi. Jadi pemberian makanan kambing etawa harus benar – benar teliti guna memenuhi gizi yang diperlukan. pemberian makanan tersebut antara lain :
1. Bahan Baku
Secara umum kebutuhan zat pakan kambing etawa di bagi menjadi 2 golongan, yaitu sebagai sumber energidan sebagai sumber protein.
Sumber energi didapat dari makanan antar lain: bij-bijian dan sisa serealia ( misal: tepung,jagung,dan dadak padi), umbi-umbian (misal: tepung singkong, onggok, ubi jalar) dan hijauan ( misal: rumput setaria dan rumput lapang).
Sumber Protein didapat dari: biji-bijian (misal: tepung buungkil kedelai, ampas tahu, ampas kecap, biji kapas atau tepung-tepung yang berasal dari hewan atau bagian tubuh hewan seperti tepung darah dan tepung ikan.
2. Pemberian konsentrat
Pemberian konsentrat pada kambing etawa tidak sembarangan. pemberiannya harus seuai waktu, yaitu pada saat kambing sudah banyak mengkonsumsi hijauan, tetapi jangan sampai kenyang. Hal tersebut untuk menghindari konra produktif proses pencernaan ruminansi. bahan konsentrat yang bisa diberikan antara lain: bekatul, bungkil kedelai, ampas tahu, bungkil kelapa atau campuran dari beberapa konsentrat. Misal : 62% bekatul, 20% ampas tahu, 15 % bungkil kedelai, 1 % garam dapur, dan 2 % tepung tulang. Jumlah pemberian sebanyak 0,5-0,6 kg?ekor dan diberikan dalam bentuk bubur. Dan harus habis pada saat itu juga guna menghindari timbulnya jamur
3. Vitamin dan Mineral
Vitamin yang diperlukan adalah zeolit,garam dapur, dan tepung dengan dosis yang tidak lebih dari 5 permil (5/1000) untuk setiap 1 kg berat badan. Pemberian viatmin tidak perlu rutin. cuckup sesekali saja untuk meningkatkan nafsu makan.
4. Air
Air yang diberikan haruslah 70% dari isi tubuh kambing. kurang dari 20% akan menyebabkan dehidrasi. atau 1 ekor kambing membutuhkan 1,5-2,5 liter/hari.
5. Penggunaan UMB (Urea Molasses Block)

UMB adalah makanan tambahan non protein nitrogen. terdiri dari molasses, dedak padi, dan tepung tapioka, bungkil kedelai, garam dapur, tepung tulang dan kapur. Pemberian UMB 4 gr/ hari / kg berat badan. Hal ini untuk meningkatkan berat badan

 
sumber: kambingetawa.net
Kategori
Kambing Etawa

Biji kapuk meningkatkan produksi susu kambing

Biji kapuk meningkatkan produksi susu kambing. ternyata biji kapuk sangat penting manfaatnya selain kapuknya sendiri. Karena dua pertiga bagian berat buah kapuk merupakan biji yang menghasilkan minyak sebanyak 22-25 %. Minyak tersebut berwarna kekuning-kuningan dan hampir tidak ada rasanya. Sisanya berupa bungkil biji kapuk dapat digunakan untuk makanan ternak.
Bungkil biji kapuk mengandung 13 % air, 6 % abu, 20 % serat kasar, 6 % lemak, 29 % protein, 20 % karbohidrat. Dengan kandungan-kandungan tersebut, berdasarkan pengalaman kami dapat menghasilkan susu yang lebih banyak dibandingkan jika tidak diberi bungkil biji kapuk. Bungkil biji kapuk merupakan bahan pakan yang kurang disukai oleh ternak ruminansia, seperti kambing etawa. Jadi Pemberian pakan jangan terlalu sering. Hanya sebagai kombinasi saja.
Bungkil biji kapuk ini tidak bau, rasanya hampir tidak ada, bentuknya agak keras dibandingkan dedak, bungkil kelapa, atau bungkil kedelai. Jadi bungkil biji kapuk bisa dipadukan dengan bahan makanan lain.
Demikian penemuan terakhir tentang bagaimana meningkatkan jumlah produksi perahan susu kambing etawa, semoga bermanfaat. atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.
Kategori
Kambing Etawa

Mengenal lebih apa kambing peranakan etawa?

Mungkin masih banyak yang bertanya tanya dengan kambing etawa. Maka dari itu disini admin susu kambing etawa asia ingin menjelaskan kepada anda semua. Kambing peranakan etawa adalah salah satu kambing penghasil susu etawa yang terkenal dengan banyak khasiat dan manfaatnya. Kambing ini adalah salah satu nama jenis Kambing Perah yang banyak terdapat di Jawa Tengah. Mengapa banyak di Jawa Tengah, mengapa namanya Peranakan Etawa kemudian menjadi populer dengan sebutan Kambing PE, sudah banyak yang membahas dan menulisnya menurut versinya masing-masing.Akan tetapi berikut kami sampaikan tentang kambing etawa menurut studi kami

Kambing peranakan etawa

Kambing Etawa Jamnapari sangat terkenal sebagai Kambing Perah terbaik di India, ditempat asalnya kambing ini biasa di sebut sebagai “Pari”, yang kira-kira berarti Anggun , karena penampilannya memang tinggi, lehernya jenjang, langkahnya anggun, wajahnya selalu tersenyum.Daerah asalnya adalah di Cakarnagar, yg beda di District ETAWAH, Negara Bagian Utar Prades. Habitatnya di sepanjang daratan (delta) antara sungai Jamuna dan Sungai Cambal. Dan juga di sepanjang sungai Kwari di Districk Bhind, negara bagian Madya Prades, yang berada di sebelah timur kota Dehli (deket Taj Mahal) merupakan tempat asalnya kambing PE. Perlu Bapak ibu ketahui, ternyata di India kambing PE namanya bukan kambing Etawah tapi Jamnapari, yang artinya Keanggunan Jamuna. Jamnapari telah lama menyesuaikan atau beradaptasi dengan tempat habitatnya tersebut di atas, yang sangat subur dan banyak tumbuh hijauan. Akibatnya dia tidak mampu hidup di tempat lainnya, sehingga Jamnapari tidak bisa di temukan di daerah lainnya. Habitat mereka terbentang antara Districk Etawah kearah timur, menyeberangi sungai Jamuna seluas lebih dari 85.000 hektar. Keadaan tanahnya berlembah lembah dan berjurang jurang dengan kedalaman antara 5 meter sampai dengan 30 meter. Pada musim panas suhu udara bisa mencapai 120F, pada musim dingin 25F, dengan curah hujan kira-kira 30 inchi.
Mengenal lebih apa kambing peranakan etawa?
Kambing Etawa

Susu Kambing Etawa

Setelah anda mengetahui apa kambing peranakan etawa itu maka kini anda tahu hasil dari susunya yang sering di sebut dengan susu etawa, disini kami menyediakan banyak kebutuhan anda untuk susu kambing terutama susu etawa dari kambing peranakan pe atau etawa. Diantara produk kami adalah susu kambing merek wahida, aliifa dan energoat untuk membelinya anda bisa menghubungi kontak kami yang sudah diterakan pada website ini. Baca juga peluang usaha modal kecil untung besar distributor susu etawa.